Rabu, 18 Mei 2011

Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah


MODUL ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN ILMU

Deskripsi Mata Kuliah

Mata Ajar / SKS                     : Metodologi Penelitian/2 SKS 
                                                  (180 menit)
Program/ Angkatan                 : Reguler/ 2009
Semester/ Tahun ajaran           : 1V/ 2010- 2011
Nama Dosen                           : Sudihati Hamid, S.Pd,M.Kes
Pokok Bahasan                       : Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah
Standar Kompetensi               : Mahasiswa  mampu memahami peranan penelitian  
                                                  dalam perkembangan ilmu dan teknologi.
Kompetensi Dasar                  : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang peranan   
                                                  Penelitian ilmiah dalam perkembangan ilmu dan teknologi
Indikator                                   1. Bisa menjelaskan pengertian ilmu
                                                      pengetahuan dan penelitian ilmiah.
                                                  2. Mampu  menjelaskan implikasi penelitian
                                                      terhadap perkembangan IPTEK.
                                                  3. Mampu menjelaskan hubungan ilmu
                                                      pengetahuan dan penelitian ilmiah.
                                                  4. Mampu menjelaskan metode berpikir ilmiah
                                                  5. Bisa menjelaskan kategori penelitian.
Metode                                    : Ceramah dan tanya jawab
Media                                      : Laptop, LCD Proyector, White Board





Kegiatan Pembelajaran termasuk evaluasi:

Waktu
Kegiatan Dosen
Kegiatan Mahasiswa

1. Pendahuluan (15 menit)
·          Memberi salam
·          Menjelaskan judul, pokok bahasan, tujuan, dan manfaat pembelajaran
·      Menjawab salam
·      Mendengarkan

2. Kegiatan Inti: Kuliah 150 menit)
·          Menjelaskan materi tentang pengertian ilmu pengetahuan dan penelitian ilmiah
·          Memberikan kesempatan mahasiswa bertanya.
·          Memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan
·          Menjelaskan materi tentang implikasi penelitian tehadap pekembangan IPTEK
·          Memberikan kesempatan mahasiswa bertanya
·          Memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan
·          Menjelaskan materi tentang hubungan ilmu pengetahuan dan penelitian ilmiah
·          Memberikan kesempatan mahasiswa bertanya.
·          Memberikan jawaban atas petanyaan yang diajukan
·          Menjelaskan materi tentang metode berpikir ilmiah  
·          Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya.
·          Memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan
·          Menjelaskan materi tentang kategori penelitian.
·          Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya.    

·      Mendengarkan dan     mencatat
·      Bertanya dengan kritis
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Bertanya dengan kritis
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Bertanya dengan kritis
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Bertanya dengan kritis
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Mendengarkan dan mencatat
·      Bertanya dengan kritis
3. Penutup (15 menit)
·      Melakukan evaluasi secara tertulis (kuis)
·      Memberikan jawaban kuis
·      Merangkum hasil pembelajaran
·      Memberi salam
·      Menjawab pertanyaan pada selembar kertas
·      Mengoreksi lembar jawaban teman
·      Mendengarkan
·      Menjawab salam

KEGIATAN BELAJAR

Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah

A.    Ilmu Pengetahuan dan Proses Berpikir
Ilmu lahir karena manusia diberkahi Tuhan suatu sifat ingin tahu. Keingintahuan seseorang tehadap pemasalahan disekelilingnya dapat menjurus kepada keingintahuan ilmiah. Misalnya dari pertanyaan apakah bulan mengelilingi bumi, apakah matahari mengelilingi bumi akan timbul keinginan manusia melakukan pengamatan secara sistematik, yang akhirnya melahirkan kesimpulan bahwa bumi itu bulat, bahwa bulan mengelilingi matahari dan bumi juga mengelilingi matahari. Jadi ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode-metode ilmiah. Oleh sebab itu, ilmu pada hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah.
Seseorang yang telah memiliki ilmu atau pengetahuan ilmiah dituntut memiliki sifat-sifat terbuka, jujur, teliti, kritis, tidak mudah percaya tanpa adanya bukti-bukti, tidak cepat putus asa dengan pekerjaan atau hasil karyanya.Sifat-sifat tesebut merupakan pencerminan sikap ilmiah yang pada akhirnya mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Pengetahuan ilmiah yang telah dimiliki seseorang disertai sikap ilmiah yang ditunjukkannya dalam cara berpikirnya, hendaknya menjadi dasar dalam melakukan pekerjaan dalam menghasilkan karya-karya yang bersifat ilmiah pula baik berupa ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dengan perkataan lain , karya ilmiah adalah hasil atau produk manusia yang dihasilkan atas dasar pengetahuan, sikap, dan cara berpikir ilmiah.
Menurut Maranon (1953), ilmu mencakup lapangan yang sangat luas, menjangkau semua aspek tentang kemajuan manusia secara menyeluruh. Termasuk didalamnya pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistematik melalui pengamatan dan percobaan yang terus menerus dan telah menjadi suatu penemuan kebenaran yang bersifat umum. Tan (1954) berpendapat bahwailmu bukan saja merupakan suatu himpunan pengetahuan yang sistematis, tetapi juga merupakan sustu metodologi. Ilmu telah memberikan metode dan system yang menjadikan sipenuntut ilmu menjadi seorang ilmiah, baik dalam ketrampilan, dalam pandangan maupun tindak tanduknya.
Ilmu membentuk kebiasaan serta ketrampilan observasi, percobaan (eksperimental), klasifikasi, analisis, serta membuat generalisasi. Dengan adanya keingintahuan manusia yang terus menerus, maka ilmu akan terus berkembang dan membantu kemampuan persepsi serta kemampuan berpikir secara logis seseorang, yang sering disebut penalaran.
Konsep antara ilmu dan berpikir adalah sama. Dalam memecahkan masalah , ilmu dimulai dari adanya rasa sangsi dan kebutuhan akan suatu hal yang bersifat umum. Kemudian timbul sutu pertanyaan yang khas, dan selanjutnya dipilih suatu pemecahan tentatif untuk penyelidikan.
Proses berpikir adalah suatu refleksi yang teratur dan hati-hati. Proses berpikir lahir dari suatu rasa sangsi akan sesuatu dan keinginan untuk memperoleh sutu ketentuan, yang kemudian tumbuh menjadi masalah yang khas. Masalah ini memerlukan suatu pemecahan dan untuk ini dilakukan penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metode yang tepat. Akhirnya , sebuah kesimpulan yang tentatif akan diterima, tetapi masih tetap di bawah penyelidikan yang kitis dan terus menerus untuk mengadakan evaluasi secara terbuka.
Biasanya, manusia normal selalu berpikir dengan situasi permasalahan. Apalagi jika masalah yang dihadapi adalah masalah yang rumit, maka manusia normal akan mencoba memecahkan masalah tersebut dengan langkah-langkah tertentu. Berpikir demikian dinamakan bepikir secra reflektif (reflective thinking).
Bagaimanakah kira-kira proses yang terjadi ketika berpikir?
Menurut Dewey (1933) proses berpikir dari manusia normal mempunyai urutan sebagai berikut :
·         Timbul rasa sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal sifat, ataupun dalam menerangkan ha-hal yang muncul secara tiba-tiba.
·         Kemudian rasa sulit tersebut diberi batasan dalam bentuk permasalahan.
·         Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesa, inferensi atau teori.
·         Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional dengan jalan mengumpulkan bukti-bukti (data).
·         Menguatkan pembuktian tentang ide-ide di atas dan menyimpulkannya baik melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir secara nalar mempunyai dua buah kriteria penting, yaitu :
1)      Ada unsur logis di dalamnya dan
2)      Ada unsur analitis di dalamnya
Ciri pertama dari berpikir adalah adanya unsur logis didalamnya. Tiap bentuk berpikir mempunyai logikanya tersendiri. Dengan perkataan lain berpikir secara logis tidak lain berpikir secara nalar.
Ciri kedua dari berpikir adalah adanya unsur analitis di dalam berpikir itu sendiri. Dengan logika yang ada ketika berpikir, maka kegiatan berpikir itu secara sendirinya mempunyai sifat analitis.

B. Berpikir deduktif dan Induktif
Berpikir deduktif atau berpikir rasional merupakan sebagian dari berpikir ilmiah. Dalam logika deduktif, menarik suatu kesimpulan dimulai dari pernyataan umum menuju pernyataan-pernyataan khusus dengan menggunakan penalaran atau rasio (berpikir rasional). Hasil atau produk berpikir deduktif dapat digunakan untuk menyusun hipotesis, yakni jawaban sementara yang kebenarannya masi perlu diuji atau dibuktikan. Contoh berpikir deduktif: Dalam ilmu gizi dasar dinyatakan bahwa setiap jenis bahan makanan yang mengandung karbohidrat akan menghasilkan glukosa sebagai hasil akhir metabolisme dalam tubuh manusia (pernyataan umum). Beras, ubi kayu, mie, adalah bahan makanan yang mengandung karbohidrat (fakta-fakta khusus). Oleh sebab itu beras, ubi kayu, dan mie menghasilkan glukosa sebagai hasil akhir metabolisme dalam tubuh manusia.
Proses berpikir induktif adalah kebalikan dari berpikir deduktif, yakni pengambilan kesimpulan dimulai dari pernyataan atau fakta-fakta khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum. Proses berpikir induktif tidak dimulai dari teori yang bersifat umum tetapi dai fakta atau data khusus berdasarkan pengamatan di lapangan atau pengalaman empiris. Data dan fakta hasil pengamatan empiris disusun, diolah,dikaji, untuk kemudian ditarik maknanya dalam bentuk pernyataan atau kesimpulan yang bersifat umum. Contoh berpikir induktif : Indonesia negara berkembang IMR-nya tinggi, India negara berkembang IMR-nya tinggi, Tanzania negara berkembang IMR-nya tinggi, Brazilia negara berkembang IMR-nya tinggi. Jadi semua negara berkembang IMR-nya tinggi.

C.Berpikir Ilmiah
Setiap karya ilmiah harus mengandung kebenaran ilmiah, yakni kebenaan yang tidak hanya didasarkan atas rasio, tetapi juga dapat dibuktikan secara empiris. Pada hakekatnya, berpikir secara ilmiah meupakan gabungan antara penalaran deduktif dan induktif. Masing-masing penalaran ini berkaitan erat dengan rasionalisme dan empirisme ,inilah yang menjadi dasar berpikir manusia. Rasionalisme mengandalkan kemampuan otak atau rasio atau penalaran, sedangkan empirisme mengandalkan bukti-bukti atau fakta nyata.
Hipotesis diturunkan dari suatu teori, kemudia diuji melalui verifikasi data secara empiris. Dengan demikian tejadi siklus berpikir. Berpikir rasional mengasilkan hipotesis, kemudian kebenaran hipotesis mengalami pengujian secara empiris. Pengujian tersebut adalah dengan jalan mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan untuk menarik kesimpulan apakah hipotesis itu benar atau tidak. Hipotesis yang ternyata didukung oleh fakta empiris dikukuhkan sebagai jawaban  yang definitif. Proses berpikir seperti di atas disebut juga metode logiko-hipotetiko-verivikatif atau disebut juga metode ilmiah.
Langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut :
1)      Mengidentifikasi dan merumuskan masalah, yakni mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dicai jawabnnya. Pertanyaan yang diajukan hendaknya problematic dalam pengertian mengandung banyak kemungkinan jawabannya.
2)      Menetapkan Tujuan Penelitian, tujuan penelitian pada hakikatnya adalah suatu pernyataan tentang informasi (data) apa yang akan digali melalui penelitian tersebut.
3)      Studi Kepustakaan, untuk memperoleh dukungan teoritis terhadap masalh penelitian yang dipilih. Kepustakaan bias diambil dari buku teks, hasil-hasil penelitian orang lain, majalah jurnal, dan sebagainya.
4)      Merumuskan Kerangka Konsep Penelitian, untuk memperoleh gambaran secara jelas kea arah mana penelitian itu berjalan, atau data apa yang dikumpulkan.
5)      Mengajukan hipotesis yakni jawaban sementara dari pertanyaan yang telah diajukan di atas.
6)      Merumuskan Metode Penelitian, mencakup jenis dan desain penelitian yang akan digunakan, populasi dan sampel , cara dan alat ukur.
7)      Verifikasi data, mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran suatu hipotesis.
8)      Menarik kesimpulan, artinya menentukan jawaban-jawaban definitif dari setiap masalah yang diajukan atas dasar pembuktian atau pengujian secara empiris untuk setiap hipotesis. Hipotesis yang tidak teruji kebenarannya tetap harus disimpulkan dengan memberikan pertimbangan dan penjelasan faktor penyebabnya.
9)      Membuat Laporan, laporan penelitian pada dasarnya adalah penyajian data.

D. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah operasionalisasi dari berpikir ilmiah. Sebaiknya kita mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan peneitian.Penelitian adalah terjemahan dari kata bahasa Inggeris research . Research itu sendiri berasal dari kata re, yang berarti “kembali” dan to search yang berarti “mencari”. Dengan demikian arti sebenarnya dari research atau riset adalah “mencari kembali”.
Menurut kamus Webster’s new International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip: suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut ilmuwan Hillway (1956) penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Whitney (1960) menyatakan bahwa disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Dengan demikian penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran, sehingga penelitian juga merupakan metode berpikir secara kritis.
Whitney mengutip beberapa definisi tentang penelitian yang diturunkan dibawah ini :
Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan (Parsons, 1946).
Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil atau hokum (John, 1949)
Dari tanggapan serta definisi-dfinisi tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi. Penelitian dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan pemberi artian yang terus menerus terhadap sesuatu. Penelitian juga merupakan percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru.
Peneltian dengan menggunakan metode ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research). Dalam penelitian ilmiah ini selalu ditemukan dua unsur penting, yaitu unsur observasi (pengamatan) dan unsur nalar (reasoning) (Ostle, 1975).  Unsur pengamatan merupakan kerja dengan mana pengetahuan mengenai fakta-fakta tertentu diperoleh melalui kerja mata (pengamatan) dengan menggunakan persepsi (sense of perception). Nalar, adalah sutu kekuatan dengan mana arti dari fakta-fakta, hubungan terhadap pengetahuan yang timbul ditetapkan sebagai pengetahuan yang sekarang;
Ilmu dan penelitian mempunyai hubungan yang sangat erat. Menurut Almack (1930), hubungan anatara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Penelitian adalah proses, sedangkan hasilnya adalah ilmu. Lihat gambar 1.1

Penelitian

      ilmu
 







              (proses)                                               (hasil)
                                          Gambar 1.1
     
D. Kategori penelitian

1.penelitian empirik dan teoritik
      Pendekatan filosofik pada penelitian pada dasarnya ada dua jenis: peneltian empirik dan penelitian teoritik. Penelitian kesehatan pada umumnya menggunakan pendekatan empiric  yaitu pendekatan yang lebih berdasarkan pada pengamatan dan pengalaman daripada teori dan abstraksi. Penelitian epidemiologic, sebagai contoh , tergantung pada pengumpulan sistematik atas pengamatan terhadap kenyataan dalam populasi tertentu. Dan, meskipun mungkin saja dalam epidemiologi dan ilmu pengetahuan kesehatan lainnya mempelajari fenomena dalam abstraksi dengan model-model mathematic, kemajuan dalam memahami penyebab dan proses terjadinya penyakit tidak dapat dibuat tanpa suatu perbandingan konstruksi teoritik dengan apa yang secra nyata kita amati dalam populasi.
Penelitian  empiric dalam ilmu pengetahuan kesehatan meliputi kuantifikasi, yang sebagian besar dicapai melalui 3 prosedur numerical yang berkaitan satu sama lain yaitu (a) pengukuran variabel, (b) estimasi parameter populasi (penetapan dan perbandingan rates rasio, dan proporsi, dll), (c) pengujian statistic pada hipotesis, atau meng-estimasi seberapa besar kemungkinan temuan kita dapat andalkan.
Perhitungan atas kemungkinan, atau probabilitas, sangat penting bagi penelitian biologic dan merupakan subtansi rancangan penelitian. Rancangan penelitian, harus memperhitungkan dan mempertahankan prinsip-prinsip kemungkinan dalam rangka menjamin keabsahan (validitas)nya. Metode statisticlah yang akan menjaga propabilitas dalam keingintahuan kita dan memungkinkan analisis dna penafsiran yang baik terhadap hasil. Statistik adalah alat yang memungkinkan penelitian kesehatan menjadi lebih empiric daripada abstrak, dan memungkinkan konfirmasi penemuan kita dengan pengamatan dan percobaan lebih lanjut.

2. Penelitian dasar dan terapan
Penelitian dapat terbagi secara fungsional dalam penelitian dasar (murni) dan penelitian terapan. Penelitian dasar biasanya meliputi suatu pencarian tanpa suatu tujuan yang ditentukan terhadap penggunaanya. Penelitian terapan berorientasi pada permasalahan , dan diarahkan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan ;biasanya penelitian ini didorong oleh kebutuhan yang dirasakan dan diarahkan untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada. Ada kontroversi yang berkelanjutan atas manfaat relative pada masyarakat dari penelitian dasar dan terapan; sebagian orang meng-klaim bahwa ilmu pengetahuan , yang sangat tergantung pada masyarakat agar memperoleh dukungannya, harus mengarahkan dirinya secara langsung pada pemecahan permasalahan manusia yang relevan , sementara sebagian orang yang lain mengatakan bahwa ilmu pengetahuan merupakan hasil penelitian dasar. Secara umum diketahui bahwa ada kebutuhan keseimbangan yang sehat antara dua jenis penelitian ini, dengan masyarakat yang lebih maju dan berteknologi tinggi dapat mendukung penelitian dasar dalam suatu proporsi lebih besar di banding masyarakat yang kurang sumber-simber dayanya.

TUGAS

  1.  Ilmu pengetahuan lahir karena adanya sifat ingin tahu orang yang terus menerus yang menyebabkan terjadinya proses berpikir. 
            Jelaskan bagaimana langkah-langkah proses berpikir terjadi.
2.      Apa yang dimaksud dengan proses berpikir induktif dan deduktif.? Jelaskan!
3.      Jelaskan langkah-langkah metode ilmiah!
4.      Jelaskan dua kategori penelitian!
  1. Langkah awal yang penting dari penelitian adalah perumusan masalah.
    1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan masalah.
    2. Sebutkan ciri-ciri perumusan masalah yang baik
    3. Buatlah satu contoh perumusan masalah penelitian, lengkapi dengan rumusan Judul penelitian dan rumusan tujuan umum dan tujuan khusus penelitian tersebut.




TUGAS
1.      Jelaskan lah pembagian dari film itu sendiri dan contoh penerapan nya yang biasa ditemukan dalam sebuah film!
2.      Apakah kewajiban dan hak seorang produser dalam sebuah film, dan jelaskan  bagaimana agar pengaruhnya dalam sebuah film!
3.      Jelaskanlah apa saja yang dibutuhkan dalam membuat sebuah film beserta contohnya!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar